Tanjungpinang – Menjaga kedekatan dengan masyarakat pasca-menyandang pangkat Perwira Polisi dibuktikan IPDA Zulhamsyah Putra lewat aksi sosial yang nyata. Perwira yang kini berdinas di Polda Kepulauan Riau (Kepri) tersebut secara konsisten melanjutkan program kemanusiaan mandiri bernama “Razia Perut Lapar” (RPL) untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan ekonomi.

Berbeda dengan operasi kepolisian pada umumnya, gerakan sosial yang digagas Zulhamsyah ini tidak menyasar pelanggaran hukum, melainkan berfokus memetakan sekaligus menyalurkan bantuan makanan siap santap dan paket sembako ke kawasan permukiman yang jarang tersentuh bantuan.

Zulhamsyah menegaskan, pangkat dan jabatan baru yang diembannya saat ini bukan merupakan pembatas, melainkan sebuah amanah untuk memperluas kemanfaatan bagi sesama di luar koridor penegakan hukum.

“Menyandang pangkat Perwira bukan berarti harus menjaga jarak dengan masyarakat. Justru amanah itu harus menjadi jalan untuk semakin banyak membantu dan hadir bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Zulhamsyah saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).

Momen haru IPDA Zulhamsyah Putra memeluk warga saat kegiatan sosial Razia Perut Lapar | Foto RedaksiUlf

Gerakan yang dilakukan Zulhamsyah terbilang memotong jalur birokrasi seremonial. Bersama relawan dan pihak keluarga, ia turun langsung dari kampung ke kampung untuk mendengar keluhan warga sekaligus mendistribusikan bantuan secara swadaya. Bagi Zulhamsyah, melihat warga tersenyum karena beban hidupnya sedikit diringankan merupakan esensi tertinggi dari sebuah pengabdian.

“Kenyang adalah nikmat. Namun melihat orang lain kenyang karena uluran tangan kita adalah nikmat yang berlipat ganda. Mari terus berbagi, karena setiap kebaikan tidak hanya membawa kebahagiaan bagi mereka yang menerima, tetapi juga menjadi keberkahan bagi kita yang memberi,” tuturnya.

Di tengah kesibukan dinas barunya di Kota Batam, Zulhamsyah memastikan program pemenuhan pangan bagi warga miskin ini tidak akan surut dan terus berjalan selama sela waktu kedinasan utamanya memungkinkan.

“Alhamdulillah baik, Bang. Saat ini saya berada di Batam dan sementara bertugas di Polda. Minggu lalu ketika berada di Tanjungpinang, saya bersama istri tetap melaksanakan kegiatan RPL dengan memasak dan membagikan makanan serta sembako kepada masyarakat di Kampung Bakau Seijang, Kampung Pemulung, dan kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet, Kota Tanjungpinang,” ungkapnya.

Gerakan RPL ini pun memicu harapan dari sejumlah warga di Tanjungpinang yang merindukan sosoknya untuk kembali bertugas di jajaran Polresta Tanjungpinang agar aksi sosial tersebut bisa berjalan lebih intensif.

Zulhamsyah sendiri menyatakan bahwa keberlangsungan program jaminan sosial alternatif ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari unsur pimpinan institusi hingga jejaring dermawan di lapangan.

“Saya hanya perpanjangan tangan dan perantara dari orang-orang baik. Tanpa dukungan Bapak Kapolda Kepri, para dermawan, dan teman-teman media, RPL tidak akan bisa membantu mengisi perut-perut yang lapar. Terima kasih untuk semua kebaikan yang telah diberikan,” pungkasnya.

(kev)