Tanjungpinang – Penataan Kawasan Gurindam 12 resmi memasuki tahap pelaksanaan setelah Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang dan pedagang menyepakati relokasi sementara sebagai bagian dari persiapan revitalisasi yang dimulai 15 Juni 2026.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Pemko Tanjungpinang dan pedagang yang digelar di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tanjungpinang, Jalan H. Agus Salim No. 1, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (6/6).

Relokasi sementara menjadi langkah yang dinilai tidak dapat dihindari agar proses penataan kawasan dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.

“Karena itu bapak dan ibu semua sementara kita relokasi. Setuju atau tidak?” ujar Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

Pedagang Gurindam 12 sepakat mengikuti relokasi sementara dalam rangka penataan kawasan oleh Pemko Tanjungpinang | Foto KevinUlf

Pernyataan tersebut langsung disambut persetujuan seluruh pedagang yang hadir.

“Setuju,” jawab para pedagang serentak.

Pemko Tanjungpinang menyiapkan dua lokasi penampungan sementara, yakni Anjung Cahaya dan Melayu Square, untuk menampung para pedagang selama proses penataan berlangsung.

Penempatan lapak di dua lokasi tersebut akan dilakukan melalui sistem undian guna menjamin asas keadilan bagi seluruh pedagang.

“Dengan sistem undi ini ada asas keadilannya,” kata Lis.

Sebelum relokasi dilakukan, Pemko Tanjungpinang akan lebih dulu melakukan verifikasi data pedagang mulai Senin pekan depan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Setiap pedagang wajib membawa KTP, kartu keluarga (KK), serta keterangan jenis usaha. Dalam ketentuannya, satu pedagang hanya diperbolehkan memiliki satu lapak.

“Verifikasi akan dilakukan oleh Satpol PP dengan membawa KTP dan KK, jenis jualannya apa. Dalam verifikasi ini, satu pedagang hanya boleh satu lapak,” tegas Lis.

Data pedagang di kawasan tersebut tercatat mencapai 256 orang, dengan mayoritas merupakan pedagang makanan ringan atau camilan, sebagaimana disampaikan Koordinator Pedagang Gurindam 12, Zulkifli.

“Dari jumlah itu, pedagang camilan mendominasi,” ujarnya.