Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dalam agenda penguatan pembangunan keluarga, pemberdayaan lanjut usia (lansia), serta percepatan penanganan stunting. Kegiatan berlangsung di Rumah Bahagia, Kecamatan Gunung Kijang, Senin (25/05), dan diikuti unsur pemerintah daerah, peserta Sekolah Lansia, serta masyarakat sekitar.
Kehadiran Wakil Menteri disambut langsung oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama sejumlah pejabat dan tokoh daerah, di antaranya Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau, Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, serta Ketua DPRD Kabupaten Bintan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut turut diserahkan bantuan melalui Program Gerakan Orangtua Peduli Stunting (GENTING) kepada keluarga yang masuk kategori berisiko stunting. Selain itu, dilakukan pula demonstrasi Menu DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) serta penyaluran bantuan bagi para lansia di Rumah Bahagia. Program tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Pada kesempatan itu, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bintan dalam mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, sejumlah program yang telah berjalan menunjukkan komitmen daerah dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkualitas.
Ia menilai Sekolah Lansia merupakan salah satu program yang memiliki dampak positif dalam menciptakan lansia yang sehat, aktif, dan tetap mandiri. Di sisi lain, kolaborasi lintas sektor dalam upaya penurunan angka stunting dinilai sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang lebih baik di masa mendatang.

Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri beserta jajaran ke Kabupaten Bintan. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi energi tambahan bagi daerah untuk terus memperkuat berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurut Roby, keberadaan Rumah Bahagia menjadi bukti nyata bahwa kerja sama pemerintah, masyarakat, dan berbagai unsur sosial dapat menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bintan terus menjalankan sejumlah program, di antaranya Sekolah Lansia melalui program SIDAYA (Lansia Berdaya) serta GENTING sebagai langkah penanganan stunting.
Data pemerintah daerah mencatat jumlah penduduk lanjut usia di Kabupaten Bintan kini mencapai sekitar 13.676 jiwa. Meningkatnya angka tersebut dinilai sebagai indikator membaiknya kualitas kesehatan masyarakat dan bertambahnya angka harapan hidup, namun di sisi lain menjadi tantangan agar lansia tetap aktif, mandiri, dan produktif.
Hingga 2026, Pemkab Bintan bersama BKKBN telah membentuk tujuh kelompok Sekolah Lansia dengan total peserta dan lulusan mencapai 301 orang. Program tersebut diharapkan mampu mengubah pandangan bahwa lansia bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki peran penting melalui pengalaman dan keteladanan yang dimiliki.
Selain itu, penguatan Program GENTING terus dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap masa depan generasi bangsa melalui edukasi pola asuh, pemenuhan kebutuhan gizi, serta peningkatan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri bersama Bupati Bintan dan rombongan juga meninjau berbagai fasilitas di Rumah Bahagia untuk melihat langsung aktivitas pelayanan dan kegiatan yang diperuntukkan bagi para lansia.
Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program pembangunan keluarga, pemberdayaan lansia, serta percepatan penurunan stunting menuju terwujudnya generasi Indonesia yang lebih berkualitas.




Tinggalkan Balasan