Tanjungpinang – Lahan kosong dan semak belukar seluas 600 meter persegi terbakar setelah api diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah di Kampung Bugis. Kobaran api sempat dikhawatirkan meluas karena berada tidak jauh dari permukiman warga.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Bestari RT 02/RW 03, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kepulauan Riau, Sabtu (8/8/2026).
Informasi kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang sekitar pukul 11.55 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepala Seksi Operasional DPKP Kota Tanjungpinang, Derry Ambary, mengatakan satu unit armada Damkar BP 8786 T dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
“Api dapat dipadamkan dengan dua kali penyemprotan menggunakan armada 8786 T. Setelah itu, anggota melakukan pendataan dan dokumentasi di lokasi,” demikian laporan DPKP Kota Tanjungpinang.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 600 meter persegi. Sementara pemilik lahan hingga kini belum diketahui.
Berdasarkan informasi awal DPKP, kebakaran tersebut diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Namun, pihak kepolisian menyebut penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendataan karena tidak terdapat saksi yang melihat langsung awal munculnya api.
Personel Regu 11 Pos Senggarang menjadi tim yang dikerahkan dalam penanganan kebakaran. Proses pemadaman juga melibatkan Basarnas, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta masyarakat sekitar.
Polsek Tanjungpinang Kota turut bergerak setelah menerima informasi kebakaran. Personel piket bersama masyarakat melakukan pemadaman secara manual sembari menunggu kedatangan armada Damkar.
Sekitar pukul 12.30 WIB, satu unit mobil Damkar Pemerintah Kota Tanjungpinang tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman bersama personel kepolisian serta warga.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB. Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali menyala.
Kapolresta Tanjungpinang melalui Kapolsek Tanjungpinang Kota, IPTU Freddy Simanjuntak mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
“Mari bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, dan segera laporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Freddy.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah maupun semak belukar.
Menurutnya, kondisi vegetasi yang kering ditambah tiupan angin dapat membuat api dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan.
“Kami imbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran guna mencegah kerugian serta menjaga keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
(Kev)




Tinggalkan Balasan