Batam – Jadwal pelaksanaan Batam International Taekwondo Championship 2026 resmi diundur setelah jumlah peserta yang mendaftar dinilai belum memenuhi target, ditambah benturan jadwal ujian sekolah hingga tingginya biaya perjalanan atlet dari berbagai daerah.

Kejuaraan yang semula dijadwalkan berlangsung pada 14-16 Mei 2026 itu kini diundur menjadi 4-7 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah panitia melakukan evaluasi internal bersama Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

Juru Bicara Panitia Batam International Taekwondo Championship 2026, Daniel, mengatakan panitia sebenarnya telah mempersiapkan penyelenggaraan kejuaraan sesuai jadwal awal. Namun jumlah peserta yang masuk dinilai belum memenuhi target pelaksanaan kejuaraan berskala internasional.

“Perubahan jadwal semata-mata agar kejuaraan ini terlaksana secara maksimal dengan target jumlah peserta yang berasal dari banyak provinsi dan negara tetangga,” kata Daniel dalam keterangan pers, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Daniel, panitia telah mengundang klub dari sedikitnya enam negara, yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, dan Korea Selatan. Namun hingga mendekati jadwal pelaksanaan, hanya klub dari Malaysia yang menyatakan kesiapan mengirim atlet.

Sementara dari tingkat nasional, sebanyak 52 klub disebut telah diundang mengikuti kejuaraan tersebut. Akan tetapi hingga 4 Mei 2026, hanya empat klub yang memenuhi syarat administrasi dan menyelesaikan proses pendaftaran.

“Banyak klub yang belum mengisi daftar jumlah peserta yang akan ikut dalam kejuaraan,” ujarnya.

Panitia juga menerima masukan dari sejumlah pelatih terkait jadwal kejuaraan yang berbenturan dengan masa ujian sekolah. Kondisi itu membuat banyak atlet disebut mengundurkan diri.

Selain itu, tingginya harga tiket pesawat menuju Batam dari sejumlah provinsi turut menjadi kendala bagi peserta.

“Banyak atlet sebenarnya ingin ikut, tetapi biaya perjalanan sedang tinggi,” kata Daniel.

Ia menjelaskan, sejak 11 Maret 2026 panitia telah membentuk grup WhatsApp untuk mempermudah koordinasi, sosialisasi, hingga proses administrasi peserta secara daring.

Melalui grup tersebut, calon peserta dapat menyampaikan minat mengikuti kejuaraan sebelum diarahkan untuk melengkapi administrasi dan pembayaran pendaftaran.

“Grup ini memudahkan kami berkoordinasi dan mengetahui jumlah peserta hingga penutupan pendaftaran,” ujarnya.

Namun hingga H-9 pelaksanaan, hanya empat klub yang telah menyelesaikan proses pendaftaran dan pembayaran. Situasi itu kemudian dibahas dalam rapat daring internal pada 4 Mei 2026 yang diikuti unsur Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Kepri, Pengkot TI Batam, dan Bidang Pembinaan Prestasi PBTI.

Hasil rapat tersebut memutuskan pelaksanaan kejuaraan dijadwal ulang menjadi September 2026.

“Kami mohon maaf atas perubahan jadwal ini yang menyebabkan ketidaknyamanan sejumlah pihak. Pada prinsipnya perubahan dilakukan agar kejuaraan internasional ini dapat diikuti lebih banyak atlet dari dalam maupun luar negeri,” ujar Daniel.

Panitia juga memastikan pengembalian uang pendaftaran kepada peserta yang telah terlanjur mendaftar. Selain itu, panitia mengaku turut memperhatikan peserta yang sudah membeli tiket kapal maupun membayar uang muka hotel.

“Kalau tiket atau hotel tidak bisa refund, kami kembalikan penuh. Kalau bisa refund sebagian, sisanya kami bantu agar peserta tidak mengalami kerugian,” katanya.

Daniel menegaskan panitia justru mengalami kerugian materiel akibat penundaan tersebut. Ia juga menyebut munculnya sejumlah pemberitaan yang dinilai menyudutkan panitia turut berdampak pada kondisi psikologis penyelenggara.

Meski demikian, panitia tetap optimistis Batam International Taekwondo Championship 2026 dapat terlaksana lebih maksimal pada September mendatang dan mendapat dukungan dari klub-klub taekwondo di Indonesia maupun negara tetangga.

“Kejuaraan ini diharapkan menjadi sejarah penting bagi taekwondo Indonesia sehingga mendapat dukungan dari PBTI. Tidak ada niat dari panitia untuk menjadwal ulang kegiatan ini, kecuali karena kondisi yang memang memaksa,” ujar Daniel.